ISI

SURVEI LSI : BURSAH PARHAN DIPREDIKSI MENANGKAN PILKADA LAHAT

22-June-2018, 10:56


LAHAT – Pilkada Kabupaten Lahat tinggal menghitung hari. Pasangan Bursah Zarnubi-Parhan Berza masih memimpin perolehan elektabilitas pada survei LSI Denny JA, jumat(22/6)

Hasil survei terbaru menunjukkan adanya kenaikan pasangan ini dibandinngkan dengan survei periode sebelumnya. Bursah-Parhan mengantongi 40,7% suara, disusul pasangan Nopran-Herliansyah (26,3%) dan pasangan Cik Ujang-Hariyanto (22,2%).

Sementara dua pasangan yang lain yakni Purnawarman Kias-Rozi Ardiansyah memperoleh 3,1%, sedangkan Hapit Padli-Erlansyah Rumsyah mendapatkan 2,3% , dengan swing voters sebesar 5,4%.

Demikian temuan terbaru LSI Denny JA yang disampaikan oleh Sunarto Ciptoharjono, salah satu direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI-Denny JA). Survei ini diadakan pada 28 Mei-3 Juni 2018 dengan metode Multistage Random Sampling dengan mewawancarai 440 responden secara tatap muka. Margin error dalam survei ini plus minus 4,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Survei ini juga menunjukkan dinamika politik di Kabupaten Lahat. Beberapa pasangan elektabilitasnya terlihat naik turun dibandingkan dengan periode survei sebelumnya.

Misalnya, Pasangan yang menduduki runner up dalam survei kali ini, yakni Nopran Marjani-Herliansyah sempat mengalami penurunan dari survei bulan Januari yakni 24,3% menjadi 18,9% pada bulan April dan naik lagi menjadi 26,3% pada survei bulan Juni. Sementara Pasangan Bursah-Parhan cenderung naik dari tiap periode survei.

Pada survei bulan Januari Parhan Berza memperoleh 36,6%, naik menjadi 37,7% pada survei bulan April dan naik lagi menjadi 40,7% pada survei bulan Juni ini.
Tetapi seberapapun dinamisnya Pilkada Kab Lahat yang diikuti oleh 5 pasangan ini, hanya ada 3 pasangan yang menonjol, yakni Bursah-Parhan, Nopran-Herliansyah dan Cik Ujang- Hariyanto.

Sementara dua pasangan lain yakni Purnawarman Kias-Rozi Adiansyah dan Hapit Padli-Erlansyah elektabilitasnya tetap konstan di bawah 5% dari survei bulan Januari, April maupun Juni.

Dilihat dari penguasaan wilayah, pasangan Bursah-Parhan unggul di Zona (dapil) Lahat 1 yang meliputi Kecamatan Lahat; lalu dapil Lahat 3 yang meliputi Lahat Selatan, Pulau Pinang, Gumay Ulu, Pagar Gunung, Tanjung Tebat, Kota Agung, Mulak Ulu, dan Mulak Sebingkai; dan Dapil Lahat 5 yang terdiri dari Kikim Selatan, Kikim Tengah, Kikim Timur, Kikim Barat, Pseksu, dan Gumay Talang.

Sementara itu Nopran-Herliansyah unggul di Dapil Lahat 4 yang terdiri dari Jarai, Muara Payang, Pajar Bulan, Suka Merindu, Tanjung Sakti Pumi, dan Tanjung Sakti Pumu. Sedangkan Cik Ujang-Hariyanto banyak memperoleh suara di Lahat 2 yang terdiri dari Merapi Barat, Merapi Selatan dan Merapi Timur.

Penentu kemenangan ini adalah zona pemilih padat seperti Lahat 1 dan Lahat 5. Kedua zona ini sudah menyumbang suara hampir 50% dari seluruh suara di kabupaten Lahat, ujar Sunarto.

Menurut Sunarto, Pasangan Bursah-Parhan diprediksi bakal memenangkan pilkada Kabupaten Lahat yang akan digelar serentak bersama beberapa kabupaten yang lain pada tanggal 27 Juni 2018. Ada beberapa alasan mengapa pasangan Bursah-Parhan bisa memenangkan Pilkada Lahat.

Pertama, Bursah Zarnubi merupakan kandidat paling populer di antara kandidat yang berlaga. Popularitas Bursah adalah 92,4%, yang diikuti oleh Cik Ujang (81,9%) dan Nopran Marjani (78,6%).

Kedua, perolehan suara pasangan Bursah-Parhan saat ini sudah menempati posisi tertinggi.

Ketiga, swing voters tinggal kisaran 5,4% yang biasanya akan terdistribusi secara proporsional kepada para pasangan.

Semakin mengecilnya suara mengambang ini menunjukkan bahwa para pemilih semakin mantap mengunci pilihannya masing masing mendekati hari H.

Mengingat sisa hari yang tinggal seminggu lagi, maka kecil kemungkinan terjadi migrasi suara besar-besaran jika tidak ada tsunami politik atau blunder besar yang dilakukan oleh pasangan Bursah-Parhan.

Migrasi suara juga dimungkinkan bila salah satu kandidat melakukan politik uang secara massif dan terstruktur. Namun apabila hanya dilakukan secara sporadis, sulit untuk mengubah keadaan. Untuk itu disarankan kepada para pasangan agar berhati-hati terhadap kemungkinan politik uang yang dilakukan oleh lawan politiknya. (UDIN)